Senin, 10 Oktober 2016

Call for Papers ISBCM 2016

Dear Colleagues,
 
We would like to invite you to join the first of  the International Symposium on Bioinformatics, Chemometrics and Metabolomics (ISBCM) 2016. The event will be held on October 18, 2016 at IPB International Convention Center in Bogor, Indonesia.
 
ISBCM 2016 will bring together researchers working on Bioinformatics, Chemometrics and Metabolomics (ISBCM), which are vibrant multidisciplined fields with positive trend in this decade. Metabolomics is an “advanced research” approach used to improve our understanding of metabolic systems and biochemistry compositions of plants and animals. Chemometrics is a science of how to extract information from chemical systems that can be applied to solve both descriptive and predictive problems in experimental life sciences. Bioinformatics refers to conceptualizing biology in terms of macro molecule (from points of views of chemistry and physics), and then applying computational approaches from applied mathematics, computer science and statistics in order to understand and manage molecular information in its macro scale.
 
The theme of this year is the Emerging Era of Bioinformatics, Chemometrics, and Metabolomics in Agriculture, Food and Health: Current Success, Future Potentials and Challenges. This conference embraces all aspects of BCM applications for solving real problems in food, health and agriculture. High quality, original papers are solicited in all areas of Bioinformatics, Chemometrics and Metabolomics
 
The conference will be featured by keynote addresses, number of invited talks and contributed lectures. In addition, there will be oral presentation and poster sessions.  We would like to announce the important dates:
August 20, 2016: Abstract Submission Deadline
August 23, 2016: Acceptance Notification
September 15, 2016: Full-Paper Submission Deadline
October 18, 2016: ISBCM 2016 Symposium
Registration Form: click here.
Registration Fee as Participant Only: click here.
 
In view of your important contributions, we would like to invite you to participate to the conference. Here we send you ISBCM 2016 poster. For more detail information, please visit our website http://metabolomics.ipb.ac.id/
 
Thank you for your very kind attention. We'd appreciated if you could help us to spread this information to your colleagues whom are interested in bioinformatics, chemometrics and metabolomics. We are looking forward to seeing you for the conference at Bogor and we believe that your contribution will make the symposium fruitful and benefit for all of us. The success of ISBCM 2016 will be ensured with your kind contribution.

sumber : http://www.bic.web.id/utama/20-bic/berita/317-call-for-papers-isbcm-2016

Jumat, 30 September 2016

Klasifikasi Sistem Informasi

TPS (Transaction Processing System)

Transaction Processing Systems (TPS) Sistem informasi komputerisasi yang dikembangkan untuk memproses data-data dalam jumlah besar untuk transaksi bisnis rutin seperti daftar gaji dan inventarisasi. Transaction Processing System (TPS) adalah sistem informasi yang terkomputerisasi yang dikembangkan untuk memproses data-data dalam jumlah besar untuk transaksi bisnis rutin seperti daftar gaji dan inventarisasi. TPS menghapus rasa bosan saat melakukan transaksi operasional sekaligus mengurangi waktu, meskipun orang masih harus memasukkan data ke sistem komkputer secara manual.Transaction Processing System merupakan sistem tanpa batas yang memungkinkan organisasi berinteraksi dengan lilngkungan eksternal. Karena manajer melihat data-data yang dihasilkan oleh TPS untuk memperbaharui informasi setiap menit mengenai apa yang terjadi di perusahaan mereka. Dimana hal ini sangat peting bagi operasi bisnis dari hari ke hari agar sistem-sistem ini dapat berfungsi dengan lancar dan tanpa interupsi sama sekali.Transaction processing systems (TPS) berkembang dari sistem informasi manual untuk sistem proses data dengan bantuan mesin menjadi sistem proses data elektronik (electronic data processing systems). Transaction processing systems mencatat dan memproses data hasil dari transaksi bisnis, seperti penjualan, pembelian, dan perubahan persediaan/inventori. Transaction processing systems menghasilkan berbagai informasi produk untuk penggunaan internal maupun eksternal. Sebagai contoh, TPS membuat pernyataan konsumen, cek gaji karyawan, kuitansi penjualan, order pembelian, formulir pajak, dan rekening keuangan. TPS juga memperbaharui database yang digunakan perusahaan untuk diproses lebih lanjut oleh SIM.

DSS (Decision Support System)
Sistem pendukung keputusan (Inggris: decision support systems disingkat DSS) adalah bagian dari sistem informasi berbasis komputer (termasuk sistem berbasis pengetahuan (manajemen pengetahuan)) yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu organisasi atau perusahaan.
Dapat juga dikatakan sebagai sistem komputer yang menfghgolah data menjadi informasi untuk mengambil keputusan dari masalah semi-terstruktur yang spesifik.
Menurut Moore and Chang, SPK dapat digambarkan sebagai sistem yang berkemampuan mendukung analisis ad hoc data, dan pemodelan keputusan, berorientasi keputusan, orientasi perencanaan masa depan, dan digunakan pada saat-saat gfhtidak biasa.
Tahapan SPK:
  • ·         Definisi masalah
  • ·         Pengumpulan data atau elemen informasi yang relevan
  • ·         pengolahan data menjadi informasi baik dalam bentuk laporan grafik maupun tulisan
  • ·         menentukan alternatif-alternatif solusi (bisa dalam persentase)

Tujuan dari SPK:
  • ·         Membantu menyelesaikan masalah semi-terstruktur
  • ·         Mendukung manajer dalam mengambil keputusan suatu masalah
  • ·         Meningkatkan efektifitas bukan efisiensi pengambilan keputusan

Dalam pemrosesannya, SPK dapat menggunakan bantuan dari sistem lain seperti Artificial Intelligence, Expert Systems, Fuzzy Logic, dll.

EIS (Executive Information System)
Executive Information System (EIS) atau disebut juga sebagai Executive Support System (ESS) adalah sistem berbasis komputer yang interaktif, yang memungkinkan pihak eksekutif untuk mengakses data dan informasi, sehingga dapat dilakukan pengidentifikasian masalah, pengeksplorasian solusi, dan menjadi dasar dalam proses perencanaan yang sifatnya strategis.

Karakteristik Teknologi Informasi untuk EIS
Dari definisi EIS, dapat diketahui EIS berhubungan erat dengan pengelolaan dan perepresentasian informasi dengan menggunakan komputer. Dengan .demikian, EIS sangat erat kaitannya dengan teknologi informasi. Adapun karakteristik teknologi informasi yang dibutuhkan oleh EIS adalah sebagai berikut :
1. Executive-friendly, sesuai dengan keahlian mengoperasikan komputer yang dimiliki oleh kalangan eksekutif. Mudah digunakan dan mudah dipelajari.
2. Memungkinkan pengguna untuk meng-undo prosedur atau kembali ke tampilan layar yang diakses sebelumnya.
3. Memiliki on-line help.
4. Sesuai dengan kebutuhan eksekutif dalam hal kecepatan.
5. Graphic-oriented dan dapat menampilkan tampilan grafis yang bervariasi, sesuai dengan kebutuhan.
Karakteristik Data untuk EIS
Format data yang disediakan oleh EIS juga harus memenuhi kebutuhan data para pihak eksekutif. Berikut adalah karakteristik data yang dibutuhkan oleh EIS :
1. Data yang telah dirangkum (highly summarized data). Pada umumnya, eksekutif lebih mencari rangkuman data, dibandingkan rincian data, untuk membuat keputusan.
2. Drill down. Menyediakan mekanisme yang memungkinkan eksekutif untuk melakukan drill down, atau melihat rincian data yang menyusun rangkuman data.
3. Integrasi data dari basis data yang berbeda - beda. Terkadang eksekutif memerlukan data dari basis data on-line, seperti jumlah current budget. Dalam periode tertentu, eksekutif akan memerlukan akses ke rangkuman data yang dikelola secara statis di basis data.
4. Eksekutif lebih tertarik untuk melihat trend jangka panjang, misalnya lima tahun ke depan.
5. Informasi menjadi lebih bermakna jika dapat dibandingkan dengan informasi lain yang sejenis. Artinya, EIS harus dapat mengakses data eksternal yang dapat dibandingkan dengan data perusahaan.
6. Informasi yang disampaikan kepada eksekutif harus dalam bentuk yang ditentukan oleh faktor penentu kesuksesan (critical success factors) yang didefinisikan oleh eksekutif.
Karakteristik EIS
Dari karakteristik teknologi informasi dan data yang dibutuhkan oleh EIS, serta tujuan dari EIS, maka dapat disimpulkan bahwa sebuah EIS memiliki karakteristik sebagai berikut :
1. Disesuaikan untuk pihak eksekutif.
2. Mudah digunakan.
3. Memiliki kemampuan drill down.
4. Mendukung kebutuhan data eksternal.
5. Dapat membantu dalam situasi yang memiliki tingkat ketidakpastian yang tinggi.
6. Memiliki orientasi masa depan.
contohnya:  Didalam perkuliahan rektor sangat berperan sebagai pemantau kegiatan perkuliahan serta pemantau kegiatan dosen dan Mahasiswa di kampus.

OAS (Office Automation System)
Office automation ialah penggunaan alat elektronik untuk memudahkan komunikasi formal dan informal terutama berkaitan dengan komunikasi informasi dengan orang-orang di dalam dan di luar perusahaan untuk meningkatkan produktivitas kerja. Awalnya penggunaan office automation atau otomatisasi kantor hanya terbatas pada kalangan pabrik industry saja. Namun, saat ini penggunaanny sudah menyebar hingga kalangan perkantoran. Otomatisasi kantor dimulai pada tahun 1964, ketika IBM memasarkan mesin yang disebut Magnetic Tape / Selectric Typewriter ( MT/ST) yaitu mesin ketik yang dapat mengetik kata-kata yang telah direkam dalam pita magnetik secara otomatis.
Office Automation (OA) System mendukung pekerjaan pada suatu perusahaan secara luas, biasanya digunakan untuk meningkatkan aliran pekerjaan dan komunikasi antar sesama pekerja, tidak peduli apakah pekerja tadi berada di satu lokasi yang sama ataupun tidak.

Tujuan OAS :
  • ·         Membantu kegiatan sekertariat dan karyawan administrasi
  • ·         Menaikkan produktifitas
  • ·         Membantu memfasilitasi komunikasi formal dan informal atar karyawan di dalam dan di      luar organisasi
  • ·         Mengurangi penghentian kerja
  • ·         Pengurangan biaya peralatan

Pengguna OAS :
1. Manajer
2. Profesional
3. Sekretaris
4. Pegawai Administratif

Jenis-Jenis OAS :
1. Pengolah Kata
Merupakan aplikasi yang biasa digunakan untuk mengolah data tertulis, sehingga memungkinkan manajer menyiapkan komunikasi tertulis yang lebih efektif.
2. Surat Elektronik
Tujuan digunakannya surat elektronik ialah untuk mempermudah manajer berkomunikasi secara cepat dan mudah dengan orang lain. Surat elektronik atau biasa disebut email efektif jika tidak diperlukan percakapan 2 arah dan jika penyampaian pesan berjarak jauh.
3. Voice Mail
Syarat utama agar setiap karyawan dapat berkirim pesan melalui voice mail ialah setiap orang harus mempunyai voice mailbox sebagai penerima pesan. Selain itu diperlukan komputer dengan kemampuan menyimpanan pesan audio dalam bentuk digital dan kemudian merubahnya kembali menjadi pesan audio ketika pesan tersebut dipanggil. Keuntungan dari voice mail ini ialah manajer tidak perlu mengetik pesan yang akan disampaikan.
4. Kalender Elektronik atau Electronic Calendering
Electronic calendering merupakan penggunaan jaringan komputer untuk menyimpan dan mengambil kalender pertemuan.
5. Konferensi Audio
Biasa digunakan untuk perusahaan yang tersebar luas di berbagai daerah, sehingga dapat mengefisiensikan waktu penyampaian pesan. Syarat-syarat terjadinya kenferensi audio atau audio converencin ialah:

·         Ada moderator
·         Jumlah peserta maksimal 6 orang
·         Mengirimkan agenda konferensi terlebih dahulu
·         Mengidentifikasi diri terlebih dahulu sebelum berbicara
·         Rekaman hasil konferensi harus disimpan
·         Salinan rekaman dibagikan kepada peserta
·     Audio conferncing merupakan komunikasi sinkron yang mengharuskan para peserta hadir tepat waktu.
6. Konferensi Video
Merupakan salah satu bentuk telekomunikasi dengan penggunaan televisi untuk menghubungkan para peserta konferensi yang tersebar di berbagai daerah. Ada 3 jenis konfigurasi konferensi video, yaitu:
* One-way video and audio
Sinyal video dan audio dikirim ke satu tempat transmisi ke satu atau beberapa tempat penerimaan
* One-way video and two-way audio
Kemampuan audio 2 arah memungkinkan orang ditempat penerimaan berbicara dengan orang ditempat transmisi sementara semua orang melihat pada gambar yang sama.
* Two-way video and audio
Komunikasi audio dan video antara semua tempat berlangsung 2 arah.
7. Konferensi Komputer
Konferensi komputer atau computer converencing ialah salah satu bentuk komunikasi dengan menggunakan jaringan komputer sehingga memungkinkan para anggota dengan karakteristik bersama bertukar informasi mengenai suatu topik tertentu. Computer converencing dapat terdiri dari banyak peserta dan bisa dipakai untuk banyak topik yang berbeda.Selain itu, computer converencing juga dapat digunakan dalam satu tempat geografis.
 8. Transmisi Faksimili
Dalam office automation juga terdapat aplikasi transmisi faksimili yang digunakan untuk mengirim informasi dengan menggunakan peralatan khusus yang dapat membaca citra dokumen pada satu ujung saluran komunikasi dan kemudian membuat salinannya diujung yang lain. Fax berkontribusi pada pemecahan masalah dengan membagikan dokumen kepada para anggota tim pemecah masalah scr cepat dan mudah tanpa dibatasi oleh lokasi geografis
9. Video Text
Ialah komunikasi dengan menggunaan komputer untuk menampilkan narasi dan grafik yang tersimpan ke layar CRT
10. Pencitraan
Pencitraan ialah enggunaan karakter secara optik untuk mengubah dokumen-dokumen kertas atau microfilm menjadi format digital untuk disimpan ke dalam penyimpanan sekunder. Proses pencitraan dilakukan oleh sistem manajemen dokumen. Sistem tersebut terdiri dari satu atau beberapa unit pengenal karakter (OCR) untuk mengubah citra dokumen ke dalam data digital. Pencitraan digunakan jika dokumen historis perlu ditelaah dengan maksud memahami suatu masalah

GDSS (Group Decision Support System)
GDSS adalah suatu sistem berbasis komputer yang mendukung kelompok-kelompok orang yang terlibat dalam satu tugas (tujuan) bersama dan yang menyediakan interfase bagi suatu lingkungan yang digunakan bersama.
Perangkat Lunak GDSS
Memungkinkan beberapa pemecah masalah bekerja bersama-sama sebagai satu kelompok untuk mencapai solusi. Pemecah masalah dapat mewakili sebuah komite atau tim proyek, para anggota kelompok dapat berkomunikasi secara langsung atau melalui GDSS.
Proses yang terjadi pada GDSS:
1. Mengorganisasi pendapat yang muncul dalam kelompok
2. Mengumpulkan informasi
3. Mengurutkan berdasar prioritas
4. Mengumpulkan aspek-aspek pendukung
2. Word processing untuk mengedit dan memformat teks.
3. Fasilitas pembelanjaan untuk pemakai GDSS yang belum mampu.
4. Fasilitas “help” on-line.
5. Worksheet, spreadsheet, decision trees dan alat lain untuk menampilkan angka dan teks secara grafis.
6. Manajemen database yang state-of-the-art.
2. Menu yang memberitahu (prompt) untuk memasukkan (input) teks, data dan pendapat oleh anggota kelompok.
3. Program untuk prosedur kelompok khusus.
4. Metode penganalisaan interaksi kelompok sebelumnya dan keputusan.
5. Transmisi teks dan data diantara anggota kelompok, diantara anggota kelompok dan fasilitator, dan diantara anggota kelompok dan prosesor komputer sentral.


Komponen software dari GDSS meliputi database, base model, program aplikasi khusus yang akan digunakan oleh kelompok, dan interface pemakai fleksibel yang mudah digunakan. Beberapa system GDSS yang sangan spesifik tidak memerlukan database; misalnya, system yang hanya mengumpulkan, mengorganisir, dan mengkominikasikan opini anggota tentang suatu masalah.software GDSS bisa dan tidak bisa berinterface dengan software DSS individual.
Komponen teknologi GDSS yang paling khusus adalah software aplikasi yang dikembangkan secara khusus yang mendukung kelompok dalam proses keputusan. Fasilitas yang tepat dari software ini sangat bervariasi, namun mencakup hal berikut ini:
* FASILITAS DASAR
1. Penciptaan teks dan file data, modifikasi dan penyimpanan untuk anggota kelompok.
2. Word processing untuk mengedit dan memformat teks.
3. Fasilitas pembelanjaan untuk pemakai GDSS yang belum mampu.
4. Fasilitas “help” on-line.
5. Worksheet, spreadsheet, decision trees dan alat lain untuk menampilkan angka dan teks secara grafis.
6. Manajemen database yang state-of-the-art.
* FASILITAS KELOMPOK
1. Peringkasan grafik dan bilangan dari gagasan dan pendapat anggota kelompok.
2. Menu yang memberitahu (prompt) untuk memasukkan (input) teks, data dan pendapat oleh anggota kelompok.
3. Program untuk prosedur kelompok khusus.
4. Metode penganalisaan interaksi kelompok sebelumnya dan keputusan.
5. Transmisi teks dan data diantara anggota kelompok, diantara anggota kelompok dan fasilitator, dan diantara anggota kelompok dan prosesor komputer sentral.
ES (Expert System)
Sistem Pakar(dalam bahasa Inggris :expert system) adalah sistem informasi yang berisi dengan pengetahuan dari pakar sehingga dapat digunakan untuk konsultasi. Pengetahuan dari pakar di dalam sistem ini digunakan sebagi dasar oleh Sistem Pakar untuk menjawab pertanyaan (konsultasi).
Kepakaran (expertise) adalah pengetahuan yang ekstensif dan spesifik yang diperoleh melalui rangkaian pelatihan, membaca, dan pengalaman. Pengetahuan membuat pakar dapat mengambil keputusan secara lebih baik dan lebih cepat daripada non-pakar dalam memecahkan problem yang kompleks. Kepakaran mempunyai sifat berjenjang, pakar top memiliki pengetahuan lebih banyak daripada pakar yunior. Tujuan Sistem Pakar adalah untuk mentransfer kepakaran dari seorang pakar ke komputer, kemudian ke orang lain (yang bukan pakar).
Sistem pakar adalah suatu program komputer yang mengandung pengetahuan dari satu atau lebih pakar manusia mengenai suatu bidang spesifik. Jenis program ini pertama kali dikembangkan oleh periset kecerdasan buatan pada dasawarsa 1960-an dan 1970-an dan diterapkan secara komersial selama 1980-an. Bentuk umum sistem pakar adalah suatu program yang dibuat berdasarkan suatu set aturan yang menganalisis informasi (biasanya diberikan oleh pengguna suatu sistem) mengenai suatu kelas masalah spesifik serta analisis matematis dari masalah tersebut. Tergantung dari desainnya, sistem pakar juga mampu merekomendasikan suatu rangkaian tindakan pengguna untuk dapat menerapkan koreksi. Sistem ini memanfaatkan kapabilitas penalaran untuk mencapai suatu simpulan.
                                                                                                                  
Kelebihan Sistem Pakar :
Secara garis besar, banyak manfaat yang dapat diambil dengan adanya sistem pakar, antara lain :
  • ·         Memungkinkan orang awam bisa mengerjakan pekerjaan para ahli.
  • ·         Bisa melakukan proses secara berulang secara otomatis.
  • ·         Menyimpan pengetahuan dan keahlian para pakar.
  • ·         Meningkatkan output dan produktivitas.
  • ·         Meningkatkan kualitas.
  • ·         Mampu mengambil dan melestarikan keahlian para pakar (terutama yang termasuk keahlian       langka).
  • ·         Mampu beroperasi dalam lingkungan yang berbahaya.
  • ·         Memiliki kemampuan untuk mengakses pengetahuan.
  • ·         Memiliki reliabilitas.
  • ·         Meningkatkan kapabilitas sistem komputer.
  • ·         Memiliki kemampuan untuk bekerja dengan informasi yang tidak lengkap dan mengandung       ketidakpastian.
  • ·         Sebagai media pelengkap dalam pelatihan.
  • ·         Meningkatkan kapabilitas dalam penyelesaian masalah.
  • ·         Menghemat waktu dalam pengambilan keputusan


Kelemahan Sistem Pakar :
Di samping memiliki beberapa keuntungan, sistem pakar juga memiliki beberapa kelemahan, antara lain :
  • ·     Biaya yang diperlukan untuk membuat dan memeliharanya relatif mahal karena diperlukan       banyak data.
  • ·       Perlu admin khusus yang selalu update informasi dalam bidang yang sesuai dengan sistem        pakar.
  • ·        Pengembangan perangkat lunak sistem pakar lebih sulit dibandingkan perangkat lunak              konvensional.
  • ·        Susah di kembangkan.
  • ·        Membutuhkan waktu yang lama.

·         Contoh Sistem Pakar
  • ·         MYCIN  : diagnosa penyakit
  • ·         Dendral  : mengidintifikasikan struktur molekul campuran kimia yang tidak dikenal
  • ·         XCON & XSEL : konfigurasi sistem komputer besar,
  • ·         Prospector : bidang biologi
a
MIS (Management Information System)
Sistem informasi manajemen atau SIM (bahasa Inggris: management information system, MIS) adalah sistem perencanaan bagian dari pengendalian internal suatu bisnis yang meliputi pemanfaatan manusia, dokumen, teknologi, dan prosedur oleh akuntansi manajemen untuk memecahkan masalah bisnis seperti biaya produk, layanan, atau suatu strategi bisnis. Sistem informasi manajemen dibedakan dengan sistem informasi biasa karena SIM digunakan untuk menganalisis sistem informasi lain yang diterapkan pada aktivitas operasional organisasi. Secara akademis, istilah ini umumnya digunakan untuk merujuk pada kelompok metode manajemen informasi yang bertalian dengan otomasi atau dukungan terhadap pengambilan keputusan manusia, misalnya sistem pendukung keputusan, sistem pakar, dan sistem informasi eksekutif.
Proses Manajemen :
Proses manajemen didefinisikan sebagai aktivitas-aktivitas:
  • ·         Perencanaan, formulasi terinci untuk mencapai suatu tujuan akhir tertentu adalah aktivitas manajemen yang disebut perencanaan. Oleh karenanya, perencanaan mensyaratkan penetapan tujuan dan identifikasi metode untuk mencapai tujuan tersebut.
  • ·         Pengendalian, perencanaan hanyalah setengah dari pertempuran. Setelah suatu rencana dibuat, rencana tersebut harus diimplementasikan, dan manajer serta pekerja harus memonitor pelaksanaannya untuk memastikan rencana tersebut berjalan sebagaimana mestinya. Aktivitas manajerial untuk memonitor pelaksanaan rencana dan melakukan tindakan korektif sesuai kebutuhan, disebut kebutuhan.
  • ·         Pengambilan Keputusan, proses pemilihan di antara berbagai alternative disebut dengan proses pengambilan keputusan. Fungsi manajerial ini merupakan jalinan antara perencanaan dan pengendalian. Manajer harus memilih di antara beberapa tujuan dan metode untuk melaksanakan tujuan yang dipilih. Hanya satu dari beberapa rencana yang dapat dipilih. Komentar serupa dapat dibuat berkenaan dengan fungsi pengendalian. Menurut Francisco Proses Manajemen adalah suatu proses Penukaran terhadap nilai dan jasa



Bagian MIS :
SIM merupakan kumpulan dari sistem informasi:
  • ·   Sistem informasi akuntansi (accounting information systems), menyediakan informasi dan transaksi keuangan.
  • ·     Sistem informasi akademik (academic information systems), menyediakan informasi tentang proses pendidikan yang sedang berjalan di suatu akademi/sekolah/perguruan.
  • ·     Sistem informasi pemasaran (marketing information systems), menyediakan informasi untuk penjualan, promosi penjualan, kegiatan-kegiatan pemasaran, kegiatan-kegiatan penelitian pasar dan lain sebagainya yang berhubungan dengan pemasaran.
  • ·         Sistem informasi manajemen persediaan (inventory management information systems).
  • ·         Sistem informasi personalia (personal information systems).
  • ·         Sistem informasi distribusi (distribution information systems).
  • ·         Sistem informasi pembelian (purchasing information systems).
  • ·         Sistem informasi kekayaan (treasury information systems).
  • ·         Sistem informasi analisis kredit (credit analysis information systems).
  • ·    Sistem informasi penelitian dan pengembangan (research and development information             systems).
  • ·         Sistem informasi analisis software
  • ·         Sistem informasi teknik (engineering information systems).
  • ·         Sistem informasi Rumah Sakit (Hospital information systems).



Jumat, 01 Januari 2016

Tugas Bulan 3 Bahasa Indonesia

PERENCANAAN PENULISAN KARANGAN ILMIAH

            Karya tulis ilmiah merupakan salah satu jenis karya tulis yang berisi berbagai informasi yang merupakan hasil pengamatan dan penelitian, seperti makalah, laporan penelitian, skripsi, tesis, dan disertasi.
Ciri-ciri khusus karya ilmiah sebagai berikut :
* Logis, yaitu segala keterangan yang disajikan dapat diterima akal sehat.
* Sistematis, yaitu segala yang dikemukakan disusun dalam urutan yang berkesinambungan.
* Objektif, yaitu disajikan apa adanya.
* Tuntas, yaitu semua masalah dikupas secara terperinci dan lengkap.
* Kebenaranya dapat diuji.
* Berlaku umum bagi semua populasi.
* Memakai bahasa yang baku sesuai kaidah bahasa.
            Untuk menghasilkan sebuah karya ilmiah yang bagus, seorang penulis harus terlebih dahulu merencanakannya dengan matang, berikut ini beberapa langkah dalam perencanaan penulisan ilmiah :
A. Pemilihan Topik
            Pemilihan topik merupakan hal terpenting dalam penulisan ilmiah, karena pemilihan topik menentukan batasan-batasan isi atau permasalahan yang akan dibahas selanjutnya. Dalam memilih topik karya ilmiah, terdapat beberapa hal yang perlu dipertimbangkan :
1. topik sebaiknya dicari yang sesuai dengan bidang karena masalah itu yang paling dikuasai.
2. cermati bagaimana isi dari tulisan-tulisan itu: gagasan, pengembangan dan pengorganisasian gagasan dan bahasa.
3. topik sebaiknya dicari yang sesuai dengan bidang karena masalah itu yang paling dikuasai.
4. topik yang dipilih hendaknya menarik untuk dikaji.
5. topik jangan terlalu luas dan terlalu sempit.
6. topik yang dikaji hendaknya ada manfaatnya untuk menambah ilmu pengetahuan atau berkaitan.
B. Pembatasan Topik
            Bagi penulis harus bisa membatasi topik yang akan dibuatnya. karena harus betul-betul yakin bahwa jenis topik yang dipilihnya cukup dan terbatas sebab ketika membuat jenis topik yang akan dibuatnya apakah sudah ada atau belum sehingga topik yang dibuatnya dapat terfokus.
C. Pemilihan Judul
            Dimana akan menggambarkan tingkat kedalaman dan cakupan dari sebuag penelitian yang akan dibahas. Bagi pembaca, judul akan dianggap memiliki bobot dari sebuah hasil penelitian yang ditulis, tidak sembarang menggunakan nama judul penelitian bahkan merupakan gambaran jenis mutu tulisan yang akan dikerjakannya.
D. Menentukan Tujuan Penulisan
            Istilah menetapkan tujuan penulisan yaitu menyampaikan maksud dari gagasan penulisan atau penelitian yang akan di buat, sehingga pembaca dapat mengetahui manfaat yang diperoleh dari isi tersebut. sering kali penulis memberikan tujuan yang sangat luas sedangkan dalam pembuatan ada batasan jadi topik yang dibahas akan keluar dari apa yang sudah dibataskan.

E. Menentukan Kerangka Karangan
            Penulisan akan lebih terarah dan sesuai dengan tujuan dibuatnya karangan ilmiah tersebut, Kerangka akan membuat supaya tidak melenceng terlalu jauh lagi sehingga kerangka merupakan suatu rencana kerja yang memuat garis-garis besar dari suatu tulisan. Disusun dengan cara sistematis, logis, jelas, terstruktur dan teratur.
fungsi dari kerangka karangan itu:
* untuk menjamin penulisan bersifat konseptual, menyeluruh, dan terarah.
* kerangka karangan membantu penulis untuk melihat gagasan-gagasan tulisan dalam sekilas pandang.
* memudahkan penulis menciptakan puncak klimaks yang berbeda-beda.
* menghindari penggarapan topik dua kali atau lebih.
* dengan mempergunakan rincian-rincian dalam kerangka karangkan, penulis lebih mudah untuk mengembangkan apa yang ingin dijabarkan.
F. Langkah-Langkah Penulisan Ilmiah
            Metode penelitian dan pengembangan menulis karya ilmiah merupakan suatu cara dengan pelaksanaan secara sistematis dan objektif yang mengikuti aturan dengan langkah-langkah sebagai berikut :
1. Melakukan observasi dan menetapkan masalah dan tujuan.
“Langkah awal dalam penulisan ilmiah yaitu melakukan pengamatan atas objek yang diteliti dan menetapkan masalah dan tujuan yang akan diteliti.”
2. Menyusun hipotesis.
“Dugaan-dugaan yang menjadi penyebab dari objek penelitian.”
3. Menyusun rancangan penelitian.

4. Melaksanakan percobaab berdasarkan metode yang direncanakan.
“Kegiatan nyata dari proses penelitian dalam bentuk uji percobaan terkait penelitian yang dilakukan.”
5. Melaksanakan pengamatan dan pengumpulan data.
6. Menganalisis dan menginterprrestasikan data.
“Menjelaskan segala kondisi yang terjadi pada saat pengamatan atau penelitian.”
7. Merumuskan kesimpulan.
“Menarik kesimpulan dari semua proses percobaan, pengamatan, penganalisaan dan penginterprestasian terhadap objek penelitian.”
8. Melaporkan hasil penelitian.
“Merupakan proses yang telah menyusun sebuah karya tulis ilmiah yang akan memberikan manfaat bagi pembaca.”





KERANGKA KARANGAN

            Kerangka karangan (outline) merupakan suatu rencana kerja yang mengandung ketentuan tentang bagaimana menyusun karangan dan bagaimana menyusun ide secara logis dan teratur. Sebelum mengarang, utamanya penulis pemula dianjurkan menyusun kerangka untuk menghindarkan kesalahan-kesalahan yang tidak perlu terjadi. Selain itu kerangka karangan berguna untuk:
- Membantu penyusunan karangan secara teratur sehingga tidak terjadi pengulangan ide
- Mencegah terjadinya pembahasan yang keluar dari sasaran yang sudah dirumuskan dalam topic atau judul karangan
- Memperlihatkan bagian-bagian pokok karangan
- Memperlihatkan bahan-bahan yang diperlukan dalam pembahasan masalah yang akan ditulis
Adapun langkah yang mesti ditempuh untuk membuat kerangka karangan adalah
1. Menentukan tema yang akan dikembangkan menjadi karangan
2. Merumuskan topic-topic yang merupakan subtemanya
3. Mengadakan inventaris sub-subtopiknya
4. Mengevaluasi topic-topik itu dan menyeleksi topic mana yang dapat dibuang
5. Menentukan pola susun topic-topik yang paling cocok
6. Menentukan pola pengembangan yang akan digunakan (meskipun tidak bersifat kaku tanpa variasi)
            Jika kita memahami bahwa kerangka karangan adalah suatu rencana kerja yang memuat garis-garis besar karangan yang akan kita garap, maka menyusun kerangka karangan berarti memecah-memecah topic kedalam beberapa subtopic. Bahkan ,mungkin pula subtopic masih perlu dipecah lagi menjadi beberapa sub-subtopic
Ada dua jenis kerangka karangan, yaitu :
1. Kerangka karangan yang berbentuk kalimat
2. Kerangka karangan yang berbentuk topic
            Kerangka kalimat menggunakan kalimat berita yang lengkap untuk merumuskan setiap topic, subtopic maupun sub-subtopicnya, sedangkan kerangka topic hanya terdiri atas topic-topik yang berupa frasa atau bahkan kata
Contoh 1 :kerangka kalimat
Budidaya jamur kuping dengan serbuk gergaji
1. Jamur kuping merupakan jamur edibel yang paling banyak dikonsumsi
2. Harga jual jamur kuping cukup tinggi sehingga menjanjikan keuntungan yang baik
3. Mula-mula jamur kuping tumbuh di kayu, tetapi lebih baik dibudidayakan dengan serbuk gergaji
4. Cara budidaya jamur kuping dengan serbuk gergaji tidak terlalu sulit
Contoh 2: kerangka topic
Kegiatan siswa SMK pada semester 5
1. Kegiatan akademis
- Kegiatan belajar
- Ceramah ilmiah
- Presentasi DU/DI
- Kunjungan industry
- Prakerin
- Uji kompetensi
2. Kegiatan sosial
- Kebersihan lingkungan
- Bakti sosial
- Perkemahan
3. Kegiatan Olah Raga
- Ekstrakulikuler
- Turnamen
            Pengembangan tema/topic kedalam kerangka karangan dapat dilakukan dengan berbagai pola sesuai dengan tujuan dan sifat objek. Beberapa pola pengembangan tema/topic yang dapat kita lakukan antara lain:
1) Urutan waktu/kronologis
            Penyajian bahan didasarkan pada runtutan peristiwa atau tahapan-tahapan kejadian. Novel, roman, cerpen, kisah perjalanan, pengalaman, laporan, perkembangan, sejarah dan sejenisnya paling tepat mengguakan pola ini
Contoh :pengalaman berobat dipuskesmas
1. Datang untuk mendaftarkan diri diloket pendaftaran
2. Menunggu panggilan
3. Pemeriksaan pendahuluan oleh perawat
4. Pemeriksaan dan diagnosis oleh dokter puskesmas
a. Puskesmas tidak mampu, dirujuk ke RS daerah
b. Diterapi / diberi resep
5. Antri mengambil obat
6. Pulang
            Dalam menyajikan peristiwa atau kejadian secara kronologis, sering kita lakukan variasi dengan flashback (kilas balik), yaitu penyisipan kisah masa lalu
2) Urutan Lokasi/Ruang/Tempat/Spasial
            Pola urutan ini digunakan terutama untuk uraian yang bersifat deskriptif. Penguraian dimulai dari suatu tempat atau titik, lalu bergerak ke tempat lain, misalnya dari atas kebawah, dari bawah ke atas, dari kiri ke kanan dan sebagainya
Contoh : kunjungan ke istana kepresidenan gedung agung
1. Acara penerimaan dihalaman depan
2. Kunjungan ke ruang diponegoro
3. Kunjungan keruang perjamuan
4. Kunjungan ke ruang ….
5. Acara penutupan di ruang …..
3) Urutan kausal
Urutan kausal (berhubungan dengan sebab dan akibat), terdiri atas dua variasi yaitu :
a. Sebab-akibat
            Dalam pola ini pengembangan topic dimulai dari pokok pikiran yang menjadi sebab, kemudian dilanjutkan dengan pokok-pokok pikiran yang merupakan akibatnya
Contoh :wabah demam berdarah
1. Hujan berhari-hari turun terus menerus
2. Banyak selokan dan sungai tidak berfungsi secara maksimal
3. Genangan air menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk
4. Banyak warga masyarakat yang terkena demam berdarah
b. Akibat-sebab
            Dalam pola ini pengembangan dimulai dari pokok pikiran yang menjadi akibat, kemudian dirunut pokok-pokok pikiran yang merupakan penyebabnya
Contoh : isu bencana alam badai besar
1. Masyarakat yang mengungsi keluar daerah
2. Berhari-hari masyarakat panic
3. Membuat tumbal dan tolak balak dengan berbagai macam acara
4. Isu bencana alam badai besar
5. Sumber informasi
4) Urutan pemecahan masalah
            Dalam pola ini penyajian bertolak dari suatu masalah, kemudian bergerak menuju ke pemecahan masalah. Urutan ini sangat erat dengan pola kausal
Contoh :musibah tanah longsor
1. Lokasi bencana tanah longsor
2. Keadaan daerah yang terkena bencana
3. Sebab-sebab terjadinya tanah longsor
4. Cara penanggulangan
5. Cara pencegahan
5) Urutan umum-khusus (deduktif)
            Pola ini memulai pembahasannya dengan menjelaskan atau member gambaran secara umum yang dilanjutkan dengan menjelaskan hal-hal yang khusus
Contoh :kunjungan ke pabrik gula madikusumo
1. Tinjauan umum pabrik
- Lokasi pabrik
- Sejarah berdiri dan perkembangannya
2. Proses produksi
- Proses penggilingan tebu
- Proses penyaringan
- Proses pengkristalan
- Proses pengepakan
3. Pemasaran
- Promosi
- Saluran distribusi
- Wilayah pemasaran
6) Urutan Khusus-umum (induktif)
            Pola ini mengawalinya dengan menyajikan hal-hal yang bersifat khusus dan dilanjutkan atau diakhiri dengan hal yang bersifat umum atau kesimpulan
Contoh :prospek ekonomi Indonesia
1. Stabilnya nilai tukar rupiah
2. Turunnya suku bunga SBI dan bunga bank pada umumnya
3. Meningkatkan kredit dan bergairahnya sector riil
4. Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang meyakinkan
7) Urutan klimaks
            Pola ini diawali dengan menyajikan hal-hal sepele, kecil atau remeh menuju ke hal yang lebih penting dan diakhiri dengan puncak peristiwa. Pola ini banyak
            Persamaan dengan pola khusus-umum karena simpulan akhir pada umumnya merupakan hal yang paling penting
Contoh 1: pemenang lomba cipta tari kontemporer
1. Juara harapan 3 dengan hadiah Rp 500.000 dipegang oleh ….
2. Juara harapan 2 dengan hadiah Rp 1000.000 diraih oleh …..
3. Juara harapan 1 dengan hadiah Rp 1500.000 diraih oleh ….
4. Juara 3 ialah …. Berhak memperoleh hadiah Rp 2000.000
5. Juara 2 ……
6. Juara 1 …….
8) Urutan antiklimaks
            Puncak peristiwa disajikan pada awal karangan dan dilanjutkan dengan penjelasan-penjelasan yang makin menurun tingkat kepentingannya. Pola ini banyak persamaan dengan pola umum-khusus karena pernyataan umum pada umumnya sekaligus merupakan pernyataan yang paling penting. Struktur berita pada umumnya menggunakan pola ini
Contoh peringkat film terlaris dunia
1. Film papan teratas box office dodgeball yang menghasilkan 30 juta dolar AS
2. Peringkat kedua diduduki oleh the terminal
3. Peringkat ketiga adalah harry potter
4. Posisi keempat adalah shrek 2
9) Urutan hasil-proses dan proses-hasil
            Secara alamiah proses selalu lebih dahulu daripada hasil. Dengan kata lain, hasil selalu didahului oleh proses. Namun secara retorika dalam menulis bisa saja kita gunakan penyajian dengan urutan hasil-proses

            Misalnya, kita akan membuat laporan tentang tertangkapnya seorang perampok. Laporan itu kita mulai dari perampok yang sudah diborgol untuk dibawa kekantor polisi, baru diikuti dengan penjelasan tentang laporan adanya perampokan, pencegatan dibeberap ruas jalan, tembak-menembak antara polisi dan perampok, pengejaran hingga tertangkap
10) Urutan familiaritas
            Penyajian bahan dimulai dari hal yang sudah dikenal (familiar) menuju ke hal yang sesungguhnya akan dijelaskan. Misalnya kita akan menjelaskan struktur atom. Penjelasan ini dimulai dengan gambar semacam galaksi beserta satelitnya
11) Urutan akseptabilitas
            Penyajian bahan dimulai dari hal-hal telah diterima, disetujui atau diakui kebenarannya oleh pembaca, lalu diikuti dengan hal baru atau asing yang senada atau sejenis dengan harapan hal baru atau asing itu dapat juga diterima
12) Urutan topic yang ada
            Suatu objek atau tema kadang-kadang dapat kita rinci atas sub-sub yang nilai pentingnya sama. Oleh karena itu, penyajian pun dapat kita awali dari sub mana saja. Serta dapat kita akhiri dengan sub mana saja. Misalnya, kita akan menjelaskan bagian-bagian computer yang terdiri dari atas CPU, monitor dan keyboard. Uraian penyajian bebas darimana saja